ANALISIS PERBEDAAN PENERIMAAN PAJAK SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN PROGRAM PENGAMPUNAN PAJAK (TAX AMNESTY) PADA KPP PRATAMA DENPASAR

Main Article Content

Devi Permata Sari
Jonathan Jacob Paul Latupeirissa

Abstract

Program pengampunan pajak (tax amnesty) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang dikeluarkan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan penerimaan pajak serta memperbarui basis data. Dampak yang ditimbulkan dari penerapan program tax amnesty (pengampunan pajak) bukan hanya dalam jangka pendek atau pada saat program pengampunan pajak diterapkan tetapi juga dalam jangka panjang yaitu meningkatkan penerimaan pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penerimaan pajak sebelum dan sesudah penerapan program tax amnesty (pengampunan pajak) pada KPP Pratama Denpasar.


Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 34 data penerimaan pajak. Penentuan sampel menggunakan metode sampel total. Alat analisis yang digunakan dalam peneltian ini adalah uji beda T-test dengan sampel berpasangan (Paired T-test).


Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan penerimaan pajak sebelum dan sesudah penerapan program tax amnesty (pengampunan pajak) pada KPP Pratama Denpasar yang ditunjukkan dengan nilai signifikasi 0,658 lebih besar dari 0,05. Hal ini dikarenakan program pengampunan pajak yang belum lama selesai diberlakukan sehingga belum terlihat pengaruhnya terhadap penerimaan pajak setelah program tersebut telah selesai diberlakukan. Selain itu, terdapat WP yang melakukan penghindaran pajak dengan mendeklarasikan assetnya dengan nilai yang lebih rendah sehingga belum memberikan dampak yang signifikan terhadap penerimaan pajak jangka panjang akibat basis data yang ada masih belum mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Di sisi lain, terdapat WP tidur yaitu istilah yang digunakan untuk WP yang mendaftar untuk mendapatkan NPWP dan tidak memiliki penghasilan rutin. Sehingga setelah program pengampunan pajak selesai diberlakukan WP tersebut tidak dikenai pajak. Kemudian faktor yang juga berpengaruh adalah penghasilan wajib pajak yang tidak menentu menyebabkan pajak yang harus dibayarkan juga ikut tidak menentu.

Article Details

Section
Articles